Assalamualaikum wr. wb.
Saya membuat Note ini untuk memperingatkan teman-teman sekalian akan bahaya Suudzan. Karena sesungguhnya Suudzan itu selain menyakiti orang lain, Suudzan juga menyakiti kita. Dan sesungguhnya Suudzan itu adalah sifat yang dibenci oleh Allah.
Suudhzdhzon (buruk sangka) terbentuk dari kecurigaan yang berlebihan terhadap seseorang, ini adalah penyakit kejiwaan yang harus segera diobati karena akan membuat hidupnya tidak tenang dan menderita. Biasanya hal seperti ini timbul dari pengalaman buruk yang menimpanya dimasa lalu dan mengeneralisasikannya (menganggap sama) kepada setiap orang, sehingga dirinya beranggapan bahwa setiap orang akan berperilaku tidak menyenangkan kepadanya.
Karena yang bermasalah adalah persepsi yang dibangun dalam benaknya, maka cara mengobatinya adalah dengan membuang persepsi salah tersebut dan selanjutnya mengganti dengan persepsi baru. Bahwa :
Ingat kata pepatah “rambut sama hitam, namun isi kepalanya tidaklah sama” terlebih bahwa dalam Islam berprasangka dikatagorikan sebagai tindakan tercela dan dianjurkan untuk dijauhi sebagimana dalam hadits dari Abu Hurairoh r.a bahwasanya Rosululloh SAW bersabda : “
Sudah menjadi tabiat fitrah manusia bahwa ia akan senang jika semua orang dapat menerima kehadirannya tanpa dilekati dengan perasaan buruk sangka pada dirinya, demikian juga dengan kita, betapa tidak enaknya jika dalam kehidupan ini, orang selalu berburuk sangka dengan kita, karenanya jika kita tidak ingin orang lain berburuk sangka kepada kita maka kita juga harus berbaik sangka kepada orang lain sebagimana dalam hadits dari Abdulloh bin Amr bin Ash r.a., ia berkata :
Sebaliknya berpikir positif/baik sangka terhadap orang lain akan memberikan dorongan motivasi dalam beramal.
Jadi marilah kita buang segala persepsi negative dan salah (tidak sesuai dengan syariat Islam) yang ada dalam benak kita, dan selanjutnya kita ganti dengan persepsi positif dan benar sesuai dengan tuntunan yang datang dari Alloh SWT dan Rosulnya SAW, dan jangan lupa untuk berdo’a kepada Alloh agar kita senantiasa diberikan kekuatan untuk mengetahui kebaikan dan mengikutinya. Semoga Alloh SWT senantiasa menolong kita yang berusaha untuk senantiasa menuju pada perbaikan. Amien.
Terkadang banyak orang bingung antara Waspada dan Suudzon.
Bangunlah husnudzon kepada Allah, lalu kepada sesama makhluk. Jika anda husnudzon kepada makhluk, ternyata di kemudian hari anda dirugikan olehnya, maka Allah akan menggantikanmu berlipat ganda.
Wassalamualaikum wr. wb.
Sumber :
http://kannyd.multiply.com/journal/item/39/Antara_Waspada_Prasangka
http://www.eramuslim.net/index.php?buka=show_ustadz&id=64
Saya membuat Note ini untuk memperingatkan teman-teman sekalian akan bahaya Suudzan. Karena sesungguhnya Suudzan itu selain menyakiti orang lain, Suudzan juga menyakiti kita. Dan sesungguhnya Suudzan itu adalah sifat yang dibenci oleh Allah.
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Makatentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
(QS : Al Hujurat : 12)
Suudhzdhzon (buruk sangka) terbentuk dari kecurigaan yang berlebihan terhadap seseorang, ini adalah penyakit kejiwaan yang harus segera diobati karena akan membuat hidupnya tidak tenang dan menderita. Biasanya hal seperti ini timbul dari pengalaman buruk yang menimpanya dimasa lalu dan mengeneralisasikannya (menganggap sama) kepada setiap orang, sehingga dirinya beranggapan bahwa setiap orang akan berperilaku tidak menyenangkan kepadanya.
Karena yang bermasalah adalah persepsi yang dibangun dalam benaknya, maka cara mengobatinya adalah dengan membuang persepsi salah tersebut dan selanjutnya mengganti dengan persepsi baru. Bahwa :
Ada orang lain yang dulu pernah berbuat tidak baik kepada diri kita adalah sebuah kenyataan pahit yang telah kita lalui, dan tidak semua orang yang berpenampilan/berkarakter sama dengan orang yang pernah menyakiti kita, akan berlaku jahat juga terhadap kita.
Ingat kata pepatah “rambut sama hitam, namun isi kepalanya tidaklah sama” terlebih bahwa dalam Islam berprasangka dikatagorikan sebagai tindakan tercela dan dianjurkan untuk dijauhi sebagimana dalam hadits dari Abu Hurairoh r.a bahwasanya Rosululloh SAW bersabda : “
Jauhilah oleh kalian prasangka karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan”. (HR Bukhari dan Muslim)
Sudah menjadi tabiat fitrah manusia bahwa ia akan senang jika semua orang dapat menerima kehadirannya tanpa dilekati dengan perasaan buruk sangka pada dirinya, demikian juga dengan kita, betapa tidak enaknya jika dalam kehidupan ini, orang selalu berburuk sangka dengan kita, karenanya jika kita tidak ingin orang lain berburuk sangka kepada kita maka kita juga harus berbaik sangka kepada orang lain sebagimana dalam hadits dari Abdulloh bin Amr bin Ash r.a., ia berkata :
Rosululloh SAW bersabda : “Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukka ke dalam surga, hendaklah apa yang menjadi angan-angannya itu benar-benar ia usahakan, dimana ia harus beriman kepada Alloh dan hari akhir, serta berbuat senang kepada orang lain, sebagaimana ia sendiri senang apabila diperbuat seperti itu”. (HR.Muslim)
Sebaliknya berpikir positif/baik sangka terhadap orang lain akan memberikan dorongan motivasi dalam beramal.
Jadi marilah kita buang segala persepsi negative dan salah (tidak sesuai dengan syariat Islam) yang ada dalam benak kita, dan selanjutnya kita ganti dengan persepsi positif dan benar sesuai dengan tuntunan yang datang dari Alloh SWT dan Rosulnya SAW, dan jangan lupa untuk berdo’a kepada Alloh agar kita senantiasa diberikan kekuatan untuk mengetahui kebaikan dan mengikutinya. Semoga Alloh SWT senantiasa menolong kita yang berusaha untuk senantiasa menuju pada perbaikan. Amien.
Terkadang banyak orang bingung antara Waspada dan Suudzon.
- Waspada itu hati-hati. Tentu dalam wilayah waspada tidak muncul kecurigaan. Ingatlah Allah mewaspadaimu terus menerus, dan sambutlah Waspada-Nya padamu dengan sikap waspadamu terhadap “Gerak gerik Allah” melalui keluhuran dan kagungan Af’al, asma’ dan sifatNya, yang teraksentuasikan padamu.
- Su’udzon lebih pada sikap buruk sangka tanpa bukti. Kalau seandainya terbukti seseorang itu bersalah, jangan langsung menvonis dengan kebencian di hatimu. Malah diingatkan dan dimaafkan serta dimohonkan ampunan kepada Allah Ta’ala. Siapa tahu orang yang anda benci kelak menjadi orang yang anda cintai.
“Cintailah kekasihmu sekadarnya saja, siapa tahu ia akan menjadi orang yang engkau musuhi. Bencilah musuhmu sekadarnya saja, siapa tahu ia akan menjadi orang yang kau cintai suatu hari.”
Bangunlah husnudzon kepada Allah, lalu kepada sesama makhluk. Jika anda husnudzon kepada makhluk, ternyata di kemudian hari anda dirugikan olehnya, maka Allah akan menggantikanmu berlipat ganda.
Wassalamualaikum wr. wb.
Sumber :
http://kannyd.multiply.com/journal/item/39/Antara_Waspada_Prasangka
http://www.eramuslim.net/index.php?buka=show_ustadz&id=64
No comments:
Post a Comment